Hitung dengan Mudah: Berapa Sebenarnya Biaya Punya Rumah?
Memiliki rumah bukan sekadar soal harga jual. Banyak calon pembeli kaget di tengah jalan karena muncul biaya-biaya lain yang tidak dihitung sejak awal. Agar tidak salah langkah, penting memahami seluruh komponen biaya kepemilikan rumah sejak awal, baik untuk rumah subsidi maupun non-subsidi.
Harga Rumah (Harga Jual Properti)

Harga rumah adalah biaya utama yang ditetapkan oleh pengembang dan biasanya sudah mencakup bangunan serta tanah. Untuk rumah subsidi, harga ini sudah diatur oleh pemerintah, sedangkan rumah non-subsidi mengikuti harga pasar. Harga jual inilah yang menjadi dasar perhitungan cicilan KPR dan biaya lanjutan lainnya.
Uang Muka (Down Payment / DP)

DP adalah pembayaran awal yang dibayarkan sebelum kredit berjalan. Besarannya bervariasi, mulai dari 0% untuk rumah subsidi hingga 10–20% untuk rumah non-subsidi, tergantung kebijakan bank dan pengembang. Semakin besar DP, semakin ringan cicilan bulanan yang harus dibayar.
Biaya KPR dan Administrasi Bank

Dalam proses KPR, terdapat biaya tambahan seperti provisi bank, biaya administrasi, appraisal, dan asuransi jiwa serta kebakaran. Biaya ini umumnya dibayarkan di awal proses akad dan sering kali luput dari perhitungan calon pembeli, padahal nilainya bisa mencapai jutaan rupiah.
Biaya Notaris dan Legalitas

Biaya notaris mencakup pengurusan Akta Jual Beli (AJB), balik nama sertifikat, serta pengikatan kredit. Besarnya tergantung nilai rumah dan kebijakan notaris setempat. Biaya ini bersifat wajib karena berkaitan langsung dengan legalitas kepemilikan rumah.
Pajak dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Pembelian rumah juga dikenakan pajak, seperti BPHTB dan dalam kondisi tertentu PPN. Untuk rumah subsidi, beberapa pajak mendapat keringanan atau dibebaskan, sedangkan rumah non-subsidi biasanya dikenakan pajak penuh sesuai peraturan yang berlaku.
Biaya Tambahan Setelah Serah Terima

Setelah rumah diserahterimakan, masih ada biaya lanjutan seperti pemasangan listrik dan air, biaya renovasi ringan, perabot, serta biaya lingkungan. Biaya ini sering dianggap sepele, padahal cukup signifikan jika tidak dipersiapkan sejak awal.
Biaya memiliki rumah bukan hanya soal harga jual, tetapi gabungan dari DP, biaya KPR, notaris, pajak, hingga biaya pasca serah terima. Dengan menghitung sejak awal secara menyeluruh, calon pembeli dapat menghindari kejutan finansial dan lebih siap secara mental maupun keuangan.
Dexaland: Rumah Nyaman dengan Perhitungan Transparan
Dexaland berkomitmen membantu konsumen memahami seluruh proses dan biaya kepemilikan rumah secara jelas dan transparan. Tidak hanya menjual rumah, Dexaland mendampingi konsumen dari awal pengajuan hingga rumah siap dihuni.

