Cara Mudah Mengajukan KPR Rumah Subsidi untuk Gen Z
miliki rumah adalah impian hampir semua orang. Namun, keterbatasan penghasilan sering menjadi kendala utama. Untungnya, pemerintah melalui program KPR rumah subsidi memberikan solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa memiliki hunian dengan cicilan ringan dan bunga tetap. Program ini membuat banyak keluarga muda maupun pekerja baru lebih mudah membeli rumah pertama mereka. Mengajukan KPR subsidi sebenarnya tidak rumit. Syarat utamanya sederhana: calon pembeli harus warga negara Indonesia, belum memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah, dan memiliki penghasilan tetap sesuai batas yang ditentukan. Sayangnya, keterbatasan penghasilan sering membuat keinginan itu tertunda. Untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pemerintah menghadirkan KPR rumah subsidi dengan bunga rendah, cicilan ringan, dan DP terjangkau. Program ini sudah membantu ribuan keluarga muda maupun pekerja baru memiliki rumah pertamanya.
Syarat Umum KPR Rumah Subsidi
Sebelum mengajukan, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi:
- Belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan.
- WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, maksimal 65 tahun saat kredit lunas.
- Penghasilan maksimal Rp4 juta/bulan (rumah tapak) atau Rp7 juta/bulan (rumah susun).
- Memiliki pekerjaan tetap atau usaha dengan penghasilan stabil.
Proses Mengajukan KPR Subsidi
Secara garis besar, langkah pengajuan KPR rumah subsidi tidaklah rumit. Pertama, tentukan perumahan yang sesuai kebutuhan dan resmi masuk program pemerintah. Setelah itu, hitung kemampuan keuangan agar cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.
Dokumen seperti KTP, KK, NPWP, slip gaji, dan rekening tabungan perlu disiapkan dengan lengkap. Selanjutnya, pengajuan dilakukan melalui bank penyalur seperti BTN, Mandiri, atau BRI. Bank akan melakukan verifikasi data, BI checking, hingga survei rumah. Jika lolos, pembeli akan menandatangani akad kredit di hadapan notaris. Setelah akad selesai, rumah bisa ditempati dan cicilan KPR mulai berjalan sesuai tenor yang dipilih.
Tips Agar Cepat Disetujui
- Pastikan riwayat kredit bersih tanpa tunggakan.
Saat bank melakukan BI Checking atau SLIK OJK, mereka akan melihat catatan pinjaman Anda sebelumnya. Jika masih ada tunggakan kartu kredit, cicilan motor, atau pinjaman online yang belum terbayar, besar kemungkinan pengajuan KPR subsidi akan ditolak. Karena itu, sebaiknya lunasi dulu semua kewajiban sebelum mengajukan. Riwayat kredit yang bersih akan meningkatkan kepercayaan bank terhadap kemampuan Anda membayar cicilan rumah. - Siapkan dana tambahan untuk biaya notaris dan administrasi.
Banyak orang mengira cukup menyiapkan uang muka saja, padahal ada biaya tambahan yang perlu diperhitungkan. Misalnya biaya notaris, balik nama sertifikat, akta jual beli, hingga biaya administrasi dari bank. Jumlahnya memang tidak sebesar uang muka, tapi tetap penting agar tidak mengganggu proses akad. Menyediakan dana cadangan sejak awal akan membuat proses pengajuan lebih lancar tanpa hambatan finansial mendadak. - Pilih lokasi rumah sesuai kemampuan dan kebutuhan.
Lokasi rumah sangat memengaruhi biaya hidup ke depan. Rumah yang terlalu jauh dari tempat kerja bisa membuat biaya transportasi membengkak. Begitu juga dengan fasilitas umum, akses jalan, sekolah, atau rumah sakit di sekitar perumahan. Pilih lokasi yang strategis namun tetap sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Dengan begitu, cicilan tidak terasa berat dan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Dengan langkah yang tepat, pengajuan KPR rumah subsidi akan lebih mudah dan cepat disetujui.
Jika Anda mencari perumahan subsidi di Garut dengan legalitas terjamin dan cicilan terjangkau, kunjungi Dexaland.com. Di sana tersedia pilihan rumah subsidi sekaligus panduan untuk mempermudah proses pengajuan KPR.

